Membuat Pemerintah yang lebih Interaktif

Oleh : Onno W Purbo

Sebuah sistem informasi pada dasarnya dapat membuat sebuah sistem menjadi lebih effisien, misalnya, KTP online, pajak online, perijinan online dll. Konsekuensi logis sebuah effisiensi adalah membuat sistem lebih transparan, lebih mudah teraudit, lebih sukar dibocori, lebih sukar di korupsi tapi juga membawa beberapa dampak lain yang kadang menyakitkan yaitu dengan terpangkasnya meja-meja birokrasi, terpangkasnya kebutuhan pegawai negeri dan mendorong strata pegawai negeri yang lebih profesional.

Salah satu yang menyebabkan sebuah effisiensi menjadi sangat kering tidak menarik karena yang akan merasakan nilai tambah paling besar adalah pimpinan / pengambil keputusan dan masyarakat pengguna saja. Sementara operator dan middle manajemen pada dasarnya hanya terbatas pada data entry / penyelenggara / operator saja. Tidak ada banyak nilai tambah yang diperoleh bagi para operator maupun middle management.

Tentunya sistem informasi tidak terbatas pada perbaikan effisiensi system saja, kebanyakan sistem informasi yang berkembang terutama di dunia pendidikan dan corporate yang maju adalah lebih ke arah effektifitas. Disini berbeda sekali konsep-nya dengan effisiensi, disini lebih mengutamakan pada penambahan nilai dari manusia dan system secara keseluruhan agar sebuah entitas menjadi lebih effektif dalam menangani masalah atau berkompetisi.
Effektifitas sangat erat hubungannya dengan tingkat kepandaian manusia yang berada di belakang komputer. Proses e-learning dan knowledge management menjadi bagian sentral dari effektifitas sebuah institusi.
Bagi lembaga pemerintahan yang merupakan bagian integral dari pelayanan masyarakat, konsep effektifitas harusnya tidak terbatas pada perbaikan kualitas SDM si pegawai negeri saja, tapi juga harus terasa pada masyarakat penggunanya juga. Contoh sederhana usaha mengarah ke arah effektifitas adalah pembangunan Web-Web yang mengarah pada pemberian layanan informasi pada masyarakat, apakah itu berupa peraturan perundangan, maupun informasi berita lainnya.
Jika kita telaah lebih dalam khususnya dari sisi knowledge management, sebetulnya ada tiga (3) jenis management , yaitu, pengolahan explisit knowledge, pengolahan implisit knowledge, dan pengolahan potential knowledge.
Explisit knowledge adalah pengetahuan yang telah kita buat secara explisit dalam bentuk buku, tulisan, artikel. Pengolahannya dapat dilakukan secara sederhana saja, mulai dari membuat Web, portal, perpustakaan digital dan menumpukan pengetahuan yang ada tersebut di wadah yang kita kembangkan tadi, Jika kita perhatikan maka kebanyakan portal-portal e-government lebih banyak berusaha melakukan usaha pengolahan explisit knowledge ini secara satu arah tanpa ada banyak usaha untuk memperoleh umpan balik / feedback. Yang akhirnya menjadikan Web / portal e-government menjadi sangat statis bahkan sering kali kadaluarsa setelah proyek selesai.
Pada tingkat yang paling tinggi, adalah pengolahan potential knowledge, pada tingkat ini institusi dapat mengolah data-data yang ada dan berserakan menjadi pengetahuan. Memang agak berbahaya jika di pandang dari sudut etika, terutama jika ini dilakukan di institusi pemerintah. Bayangkan, jika data-data KTP, kartu keluarga, pajak dan pendapatan daerah yang ada dapat di olah dan di proses, maka bukan mustahil sebuah perusahaan / pabrik akan dapat dengan mudah menentukan produk apa yang cocok di pasar, dimana lokasi potensial pembeli yang paling besar, bagaimana cara paling effektif untuk melakukan penetrasi pasar demikian, media apa yang cocok dll.
Semua ini sebetulnya dapat dengan mudah di peroleh jika saja data-data KTP, kartu keluarga, pajak dll dapat di proses / di olah. Teknik-teknik ini sangat normal dilakukan di perusahaan komersial, akan tetapi tidak terlalu etis jika dilakukan oleh negara.
Pengolahan knowledge yang menarik dan jarak di lirik oleh adalah pengolahan implisit knowledge. Implisit knowledge adalah pengetahuan yang belum tertuang dalam bentuk tulisan/ buku. Implisit knowledge adalah pengetahuan yang ada dalam kepala masing-masing orang. Cara pengolahan implisit knowledge tidak dapat dilakukan secara langsung menggunakan Web / Portal / Digital library karena masih ada didalam kepala masing-masing orang. Cara paling baik untuk mengelola implisit knowledge adalah dengan cara memfasilitasi ngobrol / diskusi dua arah antara orang-orang / komunitas. Teknik-teknik seperti sarasehan, ngobrol, debat merupakan teknik konvensional yang sering digunakan.
Dalam dunia elektronik, proses diskusi sangat dimungkinkan menggunakan fasilitas mailing list di Internet. Memang pada hari ini mekanisme mailing list masih belum memasyarakat dengan baik karena pengguna Internet masih jangan jauh jumlahnya dibandingkan dengan handphone yang mendekati 30 juta pelanggan di seluruh Indonesia.
Melihat kenyataan banyaknya pelanggan handphone, maka sebetulnya cara yang paling effektif bagi lembaga pemerintah untuk melakukan pengelolaan implisit knowledge adalah dengan cara menyambungkan mekanisme pengelolaan portalnya dengan SMS ke jaringan selular. Secara konseptual harusnya dimungkinkan rakyat untuk dapat mengirimkan SMS dengan topik tertentu agar dapat diakses ke database di portal-portal pemerintah. Interaksi dapat dilakukan dari rakyat ke rakyat, dari rakyat ke aparat pemerintah, dari rakyat ke petinggi negara, dari rakyat ke wakil rakyat.
Contoh sederhana dari gateway SMS ini dapat dibayangkan pada sistem yang digunakan oleh AFI dan berbagai kuis di Televisi, maupun berbagai jasa layanan SMS dari dai dai seperti Uje, AA Gym yang memberikan SMS siraman rohani ke masyarakat. Peralatan yang dibutuhkan sebetulnya sederhana saja, dapat berupa sambungan Internet, dapat pula menggunakan software open source seperti playsms.sourceforge.net.
Semoga ini dapat menggugah para penyelenggara e-Gov agar dapat lebih berinteraksi dengan rakyat-nya. Sehingga rakyat dapat lebih merasakan lagi manfaat dari e-Gov.

Sumber : http://wartaegov.com

Pos ini dipublikasikan di Teknologi. Tandai permalink.

2 Balasan ke Membuat Pemerintah yang lebih Interaktif

  1. Katro berkata:

    Ya memg sbkny nasional hrsny smua dah online br smua ursn cpt beress pak! YANNN ki cah kutarjo rk.Cell hehe bls dul!? Wah ya2n ra respon! Hwahwahwak..

  2. ya2nkurus berkata:

    Matur nuwun pak wawin sampun kerso mampir,ampun kapok nggih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s