Zamannya Pelayanan Terpadu

Sumber : Warta eGov 9 Januari 2007

Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) telah menjadi ciri khas layanan publik di era e-government. Peran teknologi informasi tak hanya membuat layanan perizinan yang mudah, cepat dan transparan, melainkan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Apa saja yang perlu Anda siapkan bila ingin membangun KPT?

Siapa yang tak mengetahui citra aparat pemerintah kita dengan prinsipnya: “kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah?”.

Rasanya citra ini sudah dikenal dimana-mana yang tak lain merupakan cerminan kualitas layanan publik aparat pemerintah yang dianggap terlalu berbelit-belit, birokratis, marak pungutan liar, rawan korupsi dan sebagainya.

Ya, suka tidak suka, kenyataannya kesan masyarakat terhadap layanan publik pemerintah khususnya dalam pengurusan berbagai dokumen perizinan masih negatif. Sebuah kesan yang tidak mengenakkan tentunya. Namun, di tengah era good corporate governance ini, kesan negatif itulah yang seharusnya menjadi tantangan bagi aparat pemerintah.
Di sejumlah daerah di Indonesia, beberapa pemerintah daerah (pemda), baik itu tingkat provinsi, kabupaten dan kota sudah mulai membenahi kualitas layanan perizinannya. Salah satunya dengan membangun Kantor Pelayanan Terpadu (KPT) atau yang sering disebut dengan kantor Sistem Pelayanan Satu Atap (SIMTAP).

Seperti yang sudah Anda ketahui, melalui konsep terpadu/ satu atapnya, manfaat yang diperoleh masyarakat baik itu dari kalangan umum atau pengusaha (bisnis) adalah bisa mengurus dan menyelesaikan berbagai dokumen perizinan atau non perizinan cukup di satu tempat/ lokasi saja. Ini lebih praktis tentunya.
Melalui KPT, yang namanya rantai birokrasi, tahapan prosedur yang harus dilalui, lamanya waktu sampai jumlah biaya yang harus dikeluarkan bisa dipangkas dan diketahui dengan mudah oleh publik. KPT seakan ingin menjadi bukti layanan pemerintah yang cepat, mudah, transparan dan murah kepada masyarakat. Apalagi dengan ketersediaan teknologi informasi (TI) yang ada sekarang. Yang namanya layanan pemerintah transparan, efisiensi biaya dan mudah di KPT bisa dengan mudah diwujudkan.
Apalagi kalau berbicara soal TI yang mendukung layanan KPT bukan tergolong sebagai teknologi yang ruwet atau terkesan wah. “Pada prinsipnya teknologi di KPT tak ubahnya teknologi yang ada di sebuah kantor-kantor kok,”kata Budi Rahardjo, pakar TI dari Institut Teknologi Bandung. Itu berarti, Anda sebagai pejabat di daerah tak gentar bahwa dalam membangun sisi TI di KPT. Semuanya bisa diperoleh dan dipelajari dengan mudah.
Meski begitu, ada beberapa hal yang sebaiknya justru Anda perhatikan ketika hendak membangun KPT, yaitu faktor sumber daya manusia (SDM) atau pegawai pemerintah yang bekerja di KPT. Sebab, boleh dikata tulang punggung baik atau tidaknya rapor kinerja KPT sangat tergantung dengan SDM-nya. Intinya budaya dan mental para pegawai KPT harus diubah menjadi lebih melayani masyarakat terlebih dahulu. “Aparat pemerintah harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, praktis dan optimal kepada masyarakat,” kata Taufik Effendi, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara seperti dikutip dari situs www.menpan.go.id.
Pentingnya faktor SDM, juga dikatakan Syailendra, Vice President Enterprises PT. Telkom Indonesia Tbk, dimana aparat pemerintah harus bersedia merubah paradigma pelayanannya, baik itu mulai dari cara berpikir, bersikap sampai melayani ke masyarakat oleh para pegawai KPT.”Dibutuhkan change management pada aparat pemerintahnya” jelas Syailendra. Bahkan perlu dibuat training khusus terlebih dahulu agar ada perubahan yang signifikan, tambah Syailendra.
Faktor SDM memang penting. Tapi yang tak kalah penting juga dalam membuat KPT adalah mengkoordinasikan dinas/ instansi yang terlibat dalam KPT. Sudah jadi rahasia umum juga rasanya kalau banyak pejabat di dinas/ instansi pemerintah yang enggan “menyerahkan” wewenangnya untuk dijalankan di KPT. Pasalnya, mengurus dokumen perizinan ibarat lahan “basah” setiap dinas/ instansi.
Untuk hal ini, Udjang Sudirman, Kepala Biro Organisasi Departemen Dalam Negeri menyarankan pentingnya peran pemimpin daerah. “Pimpinan daerah harus mengeluarkan perda khusus tentang KPT atau komitmen yang kuat terhadap KPT yang transparan,” tandas Udjang.
Pendapat Udjang memang benar. Apapun layanan publik yang diberikan, tak pernah lepas dari peranan pimpinan daerahnya. Seperti peran Untung Wiyono, Bupati Sragen Jawa Tengah yang memberi teladan dengan memberikan sebagian wewenangnya pada KPT Sragen. “Dari sepuluh wewenang bupati, enam wewenangnya sudah mulai saya berikan ke KPT,” kata Untung. Tak lama kemudian, kepala dinas sekabupaten Sragen pun mengikuti dengan memberikan wewenangnya ke KPT.
Dan belakangan, Untung mulai memetik hasilnya. Sedikit-banyak, pendapatan dari KPT Sragen terbukti mampu mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Sragen. Dari PAD Rp22,5 milyar pada 2002 (awal KPT Sragen terbentuk) menjadi Rp 72,7 milyar pada 2005 lalu. Walau tidak semua peningkatan PAD itu berasal dari pendapatan KPT, namun harus diakui jumlah itu merupakan imbas dari begitu mudah, transparan dan murahnya mengurus perizinan di KPT Sragen.
Begitu juga daerah lain, dimana peran KPT mampu menyetor pendapatan yang tak sedikit ke PAD. Seperti di kabupaten Jembrana (Rp1,5 miliar), Kebumen (Rp500 juta), Samarinda dan kota Yogya (Rp2,8 miliar) dan masih banyak lagi tentunya. Dengan kata lain pembentukan KPT tak hanya bermanfaat bagi masyarakat saja karena mendapatkan layanan perizinan yang mudah, cepat, transparan dan murah. Melalui KPT, ujung-ujungnya pemda juga bisa “menikmati” tambahan kas daerah. Jadi tunggu apa lagi, sekarang memang zamannya pelayanan terpadu kok.
wicaksono@wartaegov.com

Pos ini dipublikasikan di Serba Serbi. Tandai permalink.

2 Balasan ke Zamannya Pelayanan Terpadu

  1. Vivi berkata:

    Neon boxnya kerén jg bos.

  2. muhammad jamil berkata:

    Salam Hormat, Salam Senyum Kanggo Sedulur Kabeh
    Assalamu’alaikum Wr. Wb.
    Perkenalkan, Saya H.M.Jamil,SQ,MPd ingin meminta dukungan Saudara dalam pemilihan Caleg DPR RI PPP 2009 Dapil Kebumen, Banjarnegara & Purbalingga.
    Semoga bermanfaat bagi kita semua.
    Salam Hangat buat Keluarga Anda
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s