Cuma Rp 6 Jutaan, Efisiensi Tercapai Lewat Jaringan Terintegrasi

Sumber: Wartaegov 10 Juli 2008

Tanpa bermaksud untuk iklan atau promosi satu produk tertentu, tapi ada yang menarik dari postingan ini bahwa untuk menerapkan TI (teknologi informasi) ternyata tidak semahal yang kita bayangkan.Memang kadang-kadang kita mendengar ada satu instansi atau perusahaan yang menghabiskan ratusan juta rupiah untuk mengimplementasikan TI.Jelas itu untuk skala perusahaan besar dengan sistem yang kompleks dan database yang luar biasa besar.

Instansi pemerintah yang termasuk dalam kategori small office, seperti kantor kelurahan, kecamatan, maupun dinas-dinas dan lembaga pemerintah non-departemen di tingkat kecamatan, dapat meningkatkan layanan publik dan sistem administrasinya secara lebih baik dengan anggaran yang terjangkau.

Sebab, Linksys menawarkan paket jaringan terintegrasi dengan harga yang lebih terjangkau, terutama untuk kategori perusahaan kecil. Paket jaringan tersebut meliputi wireless modem, wireless router, network storage, dan internet camera.

Linksys sendiri adalah divisi yang merupakan bagian dari perusahaan penyedia perangkat jaringan ternama Cisco, yang lebih memfokuskan produknya pada pengguna rumahan dan usaha kecil. Namun, untuk instansi pemerintah yang membutuhkan jaringan terpadu tapi jumlah komputer yang tersedia tidak terlalu banyak, paket Linksys ini bisa juga digunakan.

Untuk modem tanpa kabel, Linksys mengeluarkan produk dengan seri WRH54G yang memang diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pengguna lokal di Indonesia, terutama pengguna rumahan dan small office. Menurut Kevin Kurniawan, Account Manager Linksys Indonesia, pengguna di Indonesia memiliki karakter tersendiri.

“Di Indonesia, untuk akses internet dikenal dua jenis, yaitu time-based dan volume-based. Nah, keunggulan produk ini nantinya adalah membantu pengguna untuk mengatur dan mengendalikan pemakaian internet, baik yang time-based maupun yang volume-based,” ujarnya. Sehingga, lanjut Kevin, dengan menggunakan WRH54G pengguna dapat memakai internet tanpa harus khawatir dengan anggaran membengkak akibat salah kontrol pemakaian.

Untuk wireless router, Cisco (induk perusahaan Linksys) yang sudah berpengalaman dalam menangani produk ini menawarkan teknologi wireless-N, yaitu teknologi nirkabel yang memiliki keunggulan yaitu semakin jauh jarak jangkauan jaringan, semakin cepat koneksi yang didapatkan.
Dari segi keamanan, wireless router dengan seri WRT310N ini memiliki fasilitas Wi-Fi Protected Setup (WPS) yang berguna mengamankan jaringan anda dari kemungkinan diakses oleh orang lain di sekitar Anda.

Selain itu, fasilitas lainnya adalah LELA (Linksys Easy Link Advisor) membantu Anda untuk mendeteksi dan mengontrol perangkat-perangkat yang terhubung ke router baik melalui kabel maupun nirkabel dengan penggunaan yang cukup mudah. Selain itu, desain yang fashionable menunjukkan produk ini semakin user friendly.

Produk lainnya adalah network storage. Dengan Seri NAS200, pengguna dapat menyimpan, mengamankan, dan mengakses data dari mana pun dan kapan pun. Misalnya seorang pejabat dari daerah yang sedang melakukan rapat atau presentasi di Jakarta. Dia tidak harus repot membawa data yang sedemikian banyaknya dari kantornya ke Jakarta. Cukup dengan mengaksesnya via internet, segala data yang telah disimpannya dapat diakses kapan pun dan dimana pun. Cara ini jelas lebih efisien dan sangat efektif, daripada harus membawa berkas-berkas yang semakin banyak semakin berat.

Selain itu, produk lainnya yang ditawarkan adalah internet camera. Bedanya dengan webcam yang selama ini sudah ada, internet camera dengan seri WVC54GCA ini tidak harus tersambung ke PC untuk menggunakannya.
Produk ini dapat tersambung secara langsung ke sebuah jaringan. Sehingga, fungsinya bisa menjadi kamera pengawas layaknya CCTV ketika tidak sedang berada di kantor, maupun sebagai media komunikasi pengganti teleconference.

Keseluruhan produk tersebut bisa didapatkan dengan biaya kurang lebih Rp 6 juta. Jumlah ini masih cukup terjangkau tidak hanya untuk level rumahan, namun kantor pemerintahan kecil juga bisa memanfaatkannya.

Pertanyaannya sekarang apakah kita memang punya kemauan untuk mengenal TI lebih jauh.Bagaimana tidak, mengeluarkan anggaran Rp. 375.000,-/bln untuk akses internet saja rasanya kok emann banget ya..padahal buat biaya telpon kantor bisa lebih dari 1 juta/bln.

Lah bagaimana mau maju.??

Pos ini dipublikasikan di Teknologi. Tandai permalink.

2 Balasan ke Cuma Rp 6 Jutaan, Efisiensi Tercapai Lewat Jaringan Terintegrasi

  1. whoisjax berkata:

    Betul mas… pacitan emang ndedel seh pemerintahane.. gak mau buka mata dengan kemajuan teknologi.. liat kayak temanggung, sragen gitu dah nerapin IT di sektor2 pelayanan masyarakat sampe yg ke kecamatan2.. cos di sragen ada puskesmas yg software SI nya pesen k aq.. so klo d pacitan ada yg mo pesen juga bole..šŸ˜€

    untuk minimalisasi penggunaan telp myb bisa digunakan teknologi RFID dengan software trixbox mas.. so seluruh kantor pemkab gak perlu bayar telp dewe.. cukup bayar koneksi internetnya aja.. kayae teknologi itu dah banyak diterapkan di perush2 jkt… mantep tuh.. gratis.. hehehe…

  2. fie berkata:

    hmmm…tapi kalo bose juga ga mudeng n ga ndukung e-gov ya sami mawon…cuma pinjem bendera aja..trus kerjaan IT-nya amburadul!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s